Selasa, 23 Oktober 2012

TUGAS 3 SOFTSKILL ( Ethical governance )


1.    Governance system

Istilah sistem pemerintahan merupakan kombinasi dari dua kata, yaitu: "sistem" dan "pemerintah".Berarti sistem secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang memiliki hubungan fungsional antara bagian-bagian dan hubungan fungsional dari keseluruhan, sehingga hubungan ini menciptakan ketergantungan antara bagian-bagian yang terjadi jika satu bagian tidak bekerja dengan baik akan mempengaruhi keseluruhan. Dan pemerintahan dalam arti luas memiliki pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan dalam menjalankan kesejahteraan negara dan kepentingan negara itu sendiri. Dari pengertian itu, secara harfiah berarti sistem pemerintahan sebagai bentuk hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara untuk kepentingan negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
Menurut Moh. Mahfud MD, adalah pemerintah negara bagian sistem dan mekanisme kerja koordinasi atau hubungan antara tiga cabang kekuasaan yang legislatif, eksekutif dan yudikatif (Moh. Mahfud MD, 2001: 74). Dengan demikian, dapat disimpulkan sistem adalah sistem pemerintahan negara dan administrasi hubungan antara lembaga negara dalam rangka administrasi negara.


Ada beberapa sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara di dunia, seperti sistem yang sering bersama oleh negara demokrasi adalah sistem dari sistem presiden dan parlemen. Dalam studi ilmu sains dan politik itu sendiri mengakui keberadaan tiga sistem pemerintahan: Presiden, Parlemen, dan referendum.Presiden
Dalam sistem presidensial secara umum dapat disimpulkan memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (eksekutif).
2. Pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR). Pemerintah dan parlemen memiliki status yang sama.
3. Eksekutif dan Legislatif sama-sama kuat.
4. Diangkat menteri dan bertanggung jawab kepada Presiden.
5. Jabatan Presiden dan Wakil Presiden, seperti 5 tahun.


b) Sistem Parlemen
Sementara sistem parlementer prinsip-prinsip atau karakteristik adalah sebagai berikut:

1. Kepala negara tidak terletak sebagai kepala pemerintahan karena ia lebih merupakan simbol nasional.
2. Pemerintah dilakukan oleh Kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri.
3. Posisi eksekutif lebih lemah dari parlemen.
4. Kabinet bertanggung jawab kepada Parlemen, dan dapat dipaksakan melalui voting parlemen.

Untuk mengatasi kelemahan sistem parlementer yang tampak up mudah dan surut, Kabinet dapat meminta Kepala Negara untuk membubarkan parlemen (DPR) dengan alasan yang sangat kuat yang tidak dianggap mewakili parlemen.

c) Sistem referendum
Dalam sistem referendum badan eksekutif adalah bagian dari legislatif. Lembaga eksekutif yang merupakan bagian dari badan legislatif adalah badan legislatif pekerja. Sistem ini berarti bahwa badan legislatif untuk membentuk sebuah sub di dalamnya sebagai tugas pemerintah. Pengendalian legislatif dalam sistem ini dilakukan langsung oleh rakyat melalui lembaga referendum.
Legislator dalam sistem ditentukan langsung oleh rakyat melalui dua mekanisme, yaitu:

1. Obligatoir referendum, yang menyetujui referendum untuk menentukan apakah atau tidak oleh orang-orang tentang keabsahan peraturan atau hukum ke yang baru. Referendum ini adalah referendum wajib.
2. Fakultatif referendum, referendum untuk menentukan apakah suatu peraturan atau hukum yang ada untuk terus menerapkan tetap atau harus dicabut. Ini adalah referendum Referundum tidak wajib.
3. Dalam prakteknya sistem ini sering digunakan oleh negara-negara adalah sistem presidensial atau sistem parlementer. Seperti dengan Indonesia, yang telah menerapkan dua sistem.

Sebelum perubahan 1945 mengadopsi sistem Usia presiden, tetapi penerapannya tidak murni atau bisa mengatakan "kuasi-presiden". Menginggat presiden adalah sebagai konsekuensi amanat Majelis bertanggung jawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (parlemen), tetapi Setelah perubahan 1945 di Indonesia menganut pemerintahan murni presiden karena presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (parlemen).

2.     . Budaya Birokrasi (Pengahapusan Klaim Masyarakat)
Sebagaimana yang di gambarkan sebelumnya bahwa budaya birokrasi yang selama ini di dengar adalah budaya lamban, prosedural, KKN, dan selalu mementingkan kepentingan pribadi menjadi sebuah masalah besar yang harus dicari jalan keluarnya, karena ini juga merupakan sesuatu yang penting dimana budaya sangat mempengaruhi akan kinerja serta budaya juga sangat menentukan posisi, posisi yang penulis maksudkan bukan sebagai jabatan teknis atau fungsionalis, tetapi posisi disini terkait dengan sampai dimana para birokrat memainkan kewenangan yang dimiliki dan juga bagaimana memanfaatkan kewenangan itu bukan untuk kepentingan pribadi dan juga kelompok tetapi tiadk lain hanyalah untuk kepentingan masyarakat.
Mungkin disini penulis tidak lagi mendefenisikan budaya secara kompleks tetapi secara tidak langsung penulis berkeinginan menghapus budaya selama ini yang didefenisikan oleh para birokrat, bahkan Max Weber dalam tulisannya Sofyan Efendi sendiri menggambarkan tentang bagaimana budaya birokrat yang kurang memperhaan faktor lingkungan birokrasi pemerintahan negara kurang memiliki perhatian terhadap perubahan lingkungan karena, secara konseptual ketika Max Weber, sarjana sosiologi Jerman merumuskan konsep birkrasi kira-kira 140 tahun yang lalu, organisasi birokratis diasumsikan sebagai bentu organsasi yang cocok untuk lingkungan yang stabil dan untuk menjalankan tugas-tugas yang bersifat passif tetapi redundant. Dengan demikian bentuk dan budaya organisasi harus berubah bila tugas organisasi dan lingkungannya berubah.
Etika Birokrasi (Antara Perorangan dan Organisasi)
Sebelujauh menjelaskan bagaimana etika yang menurut penulis selama ini dipahami oleh birokrat adalah paradigma yang berlaku sebelumnya dalam administrasi, yaitu etika sebagai aturan (ethics as rules), yang dicerminkan dalam struktur organisasi dan fungsi-fungsi serta prosedur, termasuk di dalamnya sistem insentif dan disinsentif dan sanksi-sanksi berdasarkan aturan. Bagi penulis bahwa pemerintah serta birokrat memang membutuhkan etika dalam hal untuk membentuk kewibawaan dalam hal menjalankan tugas dan kewenangan mereka. Tetapi yang digambarkan pada orde sedeblumnya bukannya kewibawaan yang menjadikan pemerintah disegani tetapi kewibawaan ini malah memunculkan ketakutan dalam masyarakat itu sendiri. Ketakutan ini muncul karena pemerintah menggunakan etika sebagai sesuatu yang tidak bias dilanggar meskipun kepentingan rakyat terabaikan, mungkin diskresi juga menjadi sesuatu yang patut dibicarakan tetapi diskresi disini digunakanhanya sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ini semakin mempersulit untuk melayani masyarakat.
http://birokrasi.kompasiana.com/2012/07/27/budaya-etika-dan-akuntabilitas-birokrasi-suatu-upaya-pengembalian-kepercayaan-masyarakat/
3.      Mengmbangkan struktur etika korporasi
Semangat untuk mewujudkan Good Corporate Governance memang telah dimulai di Indonesia, baik di kalangan akademisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah di stimulasi oleh Pemerintah melalui UU Perseroan, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya. Pembentukan beberapa perangkat struktural perusahaan seperti komisaris independen, komite audit, komite remunerasi, komite risiko, dan sekretaris perusahaan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas “Board Governance”. Dengan adanya kewajiban perusahaan untuk membentuk komite audit, maka dewan komisaris dapat secara maksimal melakukan pengendalian dan pengarahan kepada dewan direksi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Sementara itu, sekretaris perusahaan merupakan struktur pembantu dewan direksi untuk menyikapi berbagai tuntutan atau harapan dari berbagai pihak eksternal perusahaan seperti investor agar supaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu baik dalam perspektif waktu pencapaian tujuan ataupun kualitas target yang ingin dicapai. Meskipun belum maksimal, Uji Kelayakan dan Kemampuan (fit and proper test) yang dilakukan oleh pemerintah untuk memilih top pimpinan suatu perusahaan BUMN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan untuk membangun “Board Governance” yang baik sehingga implementasi Good Corporate Governance akan menjadi lebih mudah dan cepat.
4.      Kode perilaku korporasi ( corporate code offconduct )
Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis,Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya sertaberinteraksi dengan stakeholders. Menyempurnakan pedoman bagi seluruh pelaku.
bisnis di perusahaan untuk berperilaku yang baik dalam melaksanakan aktivitas perusahaan dan sebagai pedoman dalam menentukan sikap pada
saat menghadapi keadaan yang dilematis. Sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi perusahaan secara profesional dan beretika dengan memperhatikan seluruh stakeholders, sehingga pada akhirnya akan terwujud standar kerja yang maksimal bagi seluruh individu dan dengan tetap berpedomankepada aturan yang berlaku bagi perusahaan.

5.      Evaluasi terhadap kode perilaku korporasi


v  Pelaporan Pelanggaran Code of Conduct
1. Setiap individu berkewajiban melaporkan setiap pelanggaran atas Code of Conduct yang dilakukan individu lain dengan bukti yang cukupkepadaDewanKehormatan.Laporan dari pihakluar wajib diterima sepanjang didukung bukti danidentitas yang jelas dari pelapor.

2. Dewan Kehormatan wajib mencatat setiap laporan pelanggaran pedoman peri laku
perusahaan dan melaporkannya kepada Direksi dengan didukung oleh bukti yang cukup dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Dewan Kehormatan waj ib memberikanperlindungan terhadap pelapor.

v  Sanksi Atas Pelanggaran Code of Conduct
1. Pemberian sanksi atas pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh karyawan diberikan oleh Direksi atau pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Pemberian sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh Direksi dan Dewan Komisaris mengacu sepenuhnya pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perusahaan serta ketentuan yang berlaku.

3. Pemberian sanksi dilakukan setelah ditemukan bukti nyata terhadap terjadinya pelanggaran pedoman ini.






 TUGAS 4 PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI

1.  Akuntansu sebagai profesi dan peran akuntan

Menurut International Federation of Accountants
(dalam Regar,2003) yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi,termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yangbekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntanyang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.
Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaanyang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnyaterdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultanmanajemen.Profesi Akuntan biasanya dianggap sebagai salah satu bidangprofesi seperti organisasi lainnya, misalnya Ikatan Dokter Indonesia(IDI). Supaya dikatakan profesi ia harus memiliki beberapa syaratsehingga masyarakat sebagai objek dan sebagai pihak yangmemerlukan profesi, mempercayai hasil kerjanya. Adapun ciri profesimenurut Harahap (1991) adalah sebagai berikut:

1.Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakanpedoman dalam melaksanakan keprofesiannya.
2.Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur      tingkah lakuanggotanya dalam profesi itu.
3.Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui olehmasyarakat/pemerintah. 
4.Keahliannya dibutuhkan oleh masyarakat
5.Bekerja bukan dengan motif komersil tetapi didasarkan kepadafungsinya sebagai kepercayaan
masyarakat.Persyaratan ini semua harus dimiliki oleh profesi Akuntansehingga berhak disebut sebagai salah satu profesi.Perkembangan profesi akuntansi sejalan dengan jenis jasa akuntansi yangdiperlukan oleh masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleksnya.Gelar akuntan adalah gelar profesi seseorang dengan bobot yang dapatdisamakan dengan bidang pekerjaan yang lain. Misalnya bidang hukum atau bidang teknik. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut:

1.Akuntan Publik (Public Accountants)
Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalahakuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayarantertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagaiseorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harusmemperoleh izin dari Departemen Keuangan. Seorang akuntan publik dapatmelakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasakonsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.
2.Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaanatau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan atauakuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf  biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan.Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporankeuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakandan pemeriksaan intern.
3.AkuntanPemerintah (GovernmentAccountants)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan danPembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

4.AkuntanPendidik 
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikanakuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, danmenyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.Seseorang berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain : Pendidikan Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas EkonomiPerguruan Tinggi yang telah diakui menghasilkan gelar Akuntan atau perguruantinggi swasta yang berafiliasi ke salah satu perguruan tinggi yang telah berhak memberikan gelar Akuntan. Selain itu juga bisa mengikuti Ujian NasionalAkuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh konsorsium Pendidikan TinggiIlmu Ekonomi yang didirikan dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.






2. Ekspektasi Publik.
Masyarakat pada umumnya mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan
3. Nilai – Nilai etika Vs teknik akuntan / auditing.
- Integritas: setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi,
kejujuran dan konsisten.
- Kerjasama: mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim
- Inovasi: pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja
dengan metode baru.
- Simplisitas: pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan
masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
4. Perilaku etika dalam pemberian jasa akuntan publik.
Dari profesi akuntan publik inilah Masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas Tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan Keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi Masyarakat, yaitu:
- Jasa assurance adalah jasa profesional independen Yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil
keputusan.
– Jasa Atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan Prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).
– Jasa atestasi Adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang Independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai Dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
– Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan public Yang di dalamnya ia tidak
memberikan suatu pendapat, keyakinan Negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan.
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

 

Share this:


http://dhycana.wordpress.com/2008/11/14/perkembangan-akuntansi-publik/


Selasa, 19 Juni 2012

topik artikel

 Tugas B.Inggris bisnis
 Topik Artikel

1)    Difference in meaning of Physical Education and Physical Education

One of the questions frequently asked by teachers penjas lately is: "What is physical education?" The question is quite strange that this is precisely expressed by the mostentitled to answer that question.

It is possible that at the previous time the teacher feels himself not as a teacher penjas,but physical education teachers. Change of views took place following a change of name shall be subject in the curriculum of education in Indonesia, from the subjects of sports and health education (orchestra) in the 1984 curriculum, a lesson "physical education and health" (PE) in kurikulum1994.

The name change is not equipped with learning resources that explain the meaning and purpose of the second term. As a result, most teachers think that the name change did not have differences, and implementation are considered equal. Whereas the philosophical content of the second term above really different, so the goal was different.The question is, what is the difference between physical education with physical education?

Physical education means education program through motion or games and sports. It contains the meaning of that movement, games, or a particular sport chosen is just a tool to educate. Educate what? Most do not focus on the skills of the child. This can be either physical and motor skills, thinking skills and problem solving skills, and can alsoemotional and social skills.


2)    children's education

The Positive Influence of Being Involved in your Child’s Education

It has been shown many times over in research studies that a parent who is involved in their child’s education has a positive impact. It’s reflected in improved grades and test scores, strong attendance, a higher rate of homework completion, higher graduation rates, improved attitudes and behaviors in the child, as well as the child being more likely to become involved in positive extra-curricular activities. Send out the message early in your child’s education that your home is an involved and active supporter of their learning.

Probably the most important element of a positive learning environment at home is structure. But what is too little or too much?  If we’re too lenient or expect too little, your child may become disorganized or unmotivated.  If we’re too rigid and strict, it can cause undue pressure or cause your child to feel unable to deliver on your expectations.
So what’s the best way to meet in the middle and create a positive learning environment for your child at home?
Help your child develop a work area where they can study and focus without being interrupted. Children usually do better when they have a private study area away from interruption. If your child prefers doing their work at the kitchen table, make sure other family members understand the kitchen is off-limits during study time.  Make sure your child has plenty of supplies and reference materials available and that the area has plenty of light.  Regardless of its location, ensure the area is quiet and that your child can study and work uninterrupted.



3)     GLOBAL WARMING IN INDONESIA

The impact of global warming / global warming in Indonesia include the change of seasons in which the dry season becomes longer, causing crop failures, water crisis and forest fires.
Another effect is the loss of many species of flora and fauna, especially in Indonesia which has a variety of species such as coral bleaching of 30 percent or as much as 90-95 percent of coral died in the Thousand Islands due to rising sea temperatures. In addition, the study of the Meteorology and Geophysics Agency said in February 2007 was a period with high rainfall intensity during the last 30 years in Indonesia. This indicates that climate change caused by global warming.
Indonesia is located on the equator, is the very first country that will feel the impact of climate change. The impact has been felt that in 1998 became the year with the hottest temperatures and increasing in subsequent years. 2070 is estimated at about 800 thousand homes are located on the coast had to be moved and as many as 2,000 of 18 thousand islands in Indonesia will be submerged due to rising sea water.

4)     The Danger Of Smooking

About the dangers of smoking in general, I feel I have much to know, especially for people who smoke cigarettes every day, because it’s in every pack of cigarettes there are writings about the dangers of smoking, such as this. SMOKING CAN CAUSE CANCER, HEART ATTACK, impotence AND PREGNANCY AND FETAL DISORDERS.
But surprisingly despite the pack or packs of cigarettes are contained writings about the dangers of smoking are very scary, still many who smoke.
Cigarettes contain more than four thousand substances and two thousand of them have been declared impact is not good for our health, such as radioactive materials (polonium-201) and materials used in the paint (acetone), washing the floor (ammonia), ubat silverfish (naphthalene), insecticide (DDT), termite poison (arsenic), toxic gases (hydrogen cyanide) used in the “death chamber” for pesalah who undergo the death penalty, and many more. And substances in cigarettes are the most dangerous is the Tar, Nicotine and Carbon Monoxide. Tar contains approximately forty three ingredients that cause cancer or called by carcinogens. Nicotine has a substance in cigarettes that can cause addiction, which led to these users is very difficult to quit cigarette smoking. Nicotine is the substance in cigarettes that cause heart disease risk, 25 percent of people with heart disease caused by smoking

5)     articles about music and mp3
Invented in 1991, MPEG (Motion Picture Experts Group) Layer 3 – file type better known under the name of mp3 – remarked itself in less than 10 months from the launch as the most performing audio format on the web. And it is no wonder: the sound is excellent, Downloads are fats, and the variety of the products available in this format is overwhelming. The huge competition in the online audio war between Real Audio and Shock Wave produced by Macromedia has been step over at once by the new comer.
Mp3 is digital form of compression audio streams that came to life after 15 years of acoustic research. Mp3 can make an audio file up to 12 times smaller than the original file.

Being so small the mp3file still has all the perceptible audio details, giving up only those that the human ear cannot hear.
According to the declaration of engineers from the Fraunhoffer Institute, a pioneer company in the mp3 technology, this system explores the properties of the human ear, trying to maintain the original sound quality, in the boundaries of what is possible. Although it is not as clear as an audio CD, an mp3 still is an enormous realization when it comes to sound quality for such a big compression rate.
Another huge advantage the mp3 format represents is the stocking capacity. Five minutes of music on a CD take up about 40 MB, but if they were in mp3 format they could take only 3, 5 MB.






soal Reading

 B.Inggris  Reading

Researchers in the field of psychology have found that one of the best ways to make
an important decision, such as choosing a university to attend or a business to invest in,
involves the utilization of a decision worksheet. Psychologists who study optimization
compare the actual decisions made by people to theoretical ideal decisions to see how
(5 )similar they are. Proponents of the worksheet procedure believe that it will yield
optimal, that is, the best decisions. Although there are several variations on the exact
format that worksheets can take, they are all similar in their essential aspects.
Worksheets require defining the problem in a clear and concise way and then listing all
possible solutions to the problem. Next, the pertinent considerations that will be
(10) affected by each decision are listed, and the relative importance of each consideration
or consequence is determined. Each consideration is assigned a numerical value to
reflect its relative importance. A decision is mathematically calculated by adding these
values together. The alternative with the highest number of points emerges as the best
decision.

(15) Since most important problems are multifaceted, there are several alternatives to
choose from, each with unique advantages and disadvantages. One of the benefits of a
pencil and paper decision-making procedure is that it permits people to deal with more
variables than their minds can generally comprehend and remember. On the average,
people can keep about seven ideas in their minds at once. A worksheet can be
(20) especially useful when the decision involves a large number of variables with complex
relationships. A realistic example for many college students is the question “What will
I do after graduation?” A graduate might seek a position that offers specialized
training, pursue an advanced degree, or travel abroad for a year.
A decision-making worksheet begins with a succinct statement of the problem that
(25) will also help to narrow it. It is important to be clear about the distinction between
long-range and immediate goals because long-range goals often involve a different
decision than short-range ones. Focusing on long-range goals, a graduating student
might revise the question above to “What will I do after graduation that will lead to a
successful career?”

Question 1
What does the passage mainly discuss?.....D
A.     Research on how people make decisions
B.     Differences between long-range and short-range decision making
C.     A comparison of actual decisions and ideal decisions
D.     A tool to assist in making complex decisions
Question 2
The word "essential" in line 7 is closest in meaning to….A
A.      Fundamental
B.      Changeable
C.     Beneficial
D.     Introductory
Question 3
The word "pertinent" in line 9 is closest in meaning to….B
A.      Preceding
B.      Relevant
C.     Insightful
D.     Responsive
Question 4
Of the following steps, which occurs before the others in making a decision worksheet?......B
A.      Calculating a numerical summary of each solution
B.      Writing down all possible solutions
C.     Deciding which consequences are most important
D.     Listing the consequences of each solution
Question 5
According to decision-worksheet theory, an optimal decision is defined as one that……D
A.      Has the fewest variables to consider
B.      Uses the most decision worksheets
C.     Is agreed to by the greatest number of people
D.     Has the most points assigned to it
Question 6
The author develops the discussion in paragraph I by means of….C
A.    Classifying types of worksheets
B.     Explaining a theory
C.     Describing a process
D.    Providing historical background

Question 7
The author states that "On the average, people can keep about seven ideas in their minds at once (lines 18-19) to explain that….C
A.    Some people have difficulty making minor as well as major decisions
B.     People can learn to keep more than seven ideas in their minds with practice
C.     Human mental capacity has limitations
D.    Most decisions involve seven steps
Question 8
The word "succinct "in line 24 is closest in meaning to…..C
A.    Personal
B.     Creative
C.    Concise
D.    Satisfactory
Question 9
Which of the following terms is defined in the passage?......A
A.    Optimal ( line 6 )
B.     Proponents ( line 5 )
C.     Variables ( line 18 )
D.    Long-range goals ( line 26 )
Question 10
The word "it" in line 25 refers to….B
A.    Distinction
B.     Problem
C.     Decision
D.    worksheet